Advertisements

Kisah Tragis Mona, Korban PRT Bidan Nani!!

image

Sungguh tragis kisah Mahona alias Mona (15), gadis asal Indramayu, Jawa Barat yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jalan Bandar Ujung, RT 4/6 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Selama bekerja Mona selalu mendapat perlakuan kasar oleh majikannya sendiri. Pipi kanannya disetrika hingga melepuh dan rusak parah.

Nani Casnia (35), majikan Mona sekaligus pelaku kekerasan.

Sementara itu, Herbert Aritonang, selaku kuasa hukum Mona di Polres Jakarta Utara, mengaku motif kekerasan yang dilakukan Nani, lantaran Mona dianggap telah salah dalam mengurus anak perempuan Nani yang baru berusia empat tahun.

“Mahona ini memang mengadukan majikannya karena memukul, menendang dan menyetrika wajahnya ke polisi. Kemungkinan, motif kekerasan yang dilakukan karena Nani emosi terhadap Mahona yang salah cara mengurus anak,” ujarnya, Selasa (15/6/2016)

Sehari-harinya Nani bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat, Nani juga dianggap warga tak pernah bersosialisasi.

Selama sebulan mendapat perlakuan kasar, Monapun melapur.

“Mahona langsung melaporkan perbuatan majikannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Utara pada Senin (14/3/2016). Untuk hari ini, Mahona datang ke Polres untuk merevisi BAP dan telah diperiksa PPA. Dia (Mahona) juga diantar pulang berasama pamannya, dan aktivis Jaringan Nasional Advokasi PRT,” paparnya.

Emosi Nani, jelas Herbert, semakin menjadi lantaran, saat Mahona mengurus anak semata wayangnya. Anak tersebut menangis, sehingga M juga ditendang dan dicakar oleh Nani.

“Majikannya kembali marah ketika Mahona menyeterika pakaian agak lama sekitar 1 jam. Nani emosi dan akhirnya menempelkan setrikaan bekas dipakai Mahona menyetrika ke wajah Mahona. Jenis kekerasan yang juga dialami Mahona yakni pemukulan dan tendangan,” katanya.

“Nani juga melarang Mahona untuk tidak banyak berbincang atau bertetangga. Bukan itu saja, upah Mahona juga baru dibayar sedikit, yakni baru dibayar Rp 500.000 dari perjanjian awal Rp 600 ribu. Itu juga baru dibayar bulan kemarin,” tuturnya.

Dilain hal, Kanit PPA Polres Jakarta Utara, AKP Krismastuti mengaku masih meminta data (keterangan) dari pihak keluarga.

“Nanti kalau sudah ada datanya tak sampaikan ya. Sementara masih diperiksa dulu,” ujarnya.

Sumber : Tribun

Advertisements

Posted on March 16, 2016, in Hot News and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: