Advertisements

Panti Pijat Dengan Layanan “Happy Ending” Bakal Segera Digerebek

image

Prostitusi terselubung dengan label panti pijat atau pijat lulur makin marak khususnya di Kota Bengkulu. Bukan pijat biasa, untuk menggaet pelanggan ada satu layanan tambahan seksual di babak akhir yang dijuluki ‘Happy Ending’.

Reki, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Bengkulu, bercerita sedikit pengalamannya terjebak di panti pijat semacam itu. Ini terjebak atau sengaja pengen dijebak ya..wkwkwk..πŸ˜‚πŸ˜‚

Saat datang ke salah satu panti pijat di lokasi pertokoan di Bengkulu, dia langsung masuk dan diarahkan ke salah satu kamar yang ditutupi gorden.

Hanya butuh 5 menit menunggu, seorang terapis muncul sambil menenteng peralatan pijat. Dia lalu menawarkan apakah ingin pijat biasa atau pijat lulur.

“Karena capek habis begadang nonton bola, saya ingin pijat lulur,” ujar Reki kepada Liputan6.

Setelah membuka seluruh pakaiannya, Reki mulai dipijat dengan krim lulur dari ujung kaki hingga ke kepala. Hanya 30 menit, setelah semua dilulur sang terapis lalu bertanya, “Mau dikeluarkan, Mas?” Dengan kikuk Reki lalu mengiyakan dan ternyata terapis memberikan layanan seks singkat.

“Tidak berhubungan badan, tapi saya boleh pegang pegang bagian yang sensitif,” ujar Reki.

Menurut Reki tarif yang dipasang untuk pijat biasa Rp 60 ribu, sementara untuk pijat lulur RP 75 ribu. Reki biasanya memberikan uang RP 100 hingga 150 ribu yang diberikan pada sang terapis karena sudah termasuk tip dan biaya mandi air hangat usai dipijat dan dilulur.

Pengalaman lain datan dari Bambang, karyawan swasta di Kabupaten Bengkulu Utara. Dia lebih suka mendatangi panti pijat yang ada di mal. Selain aman karena kendaraannya bebas di parkiran, dia juga mendapat layanan apa pun, termasuk layanan seks secara maksimal.

“Memang tarifnya lebih mahal dari pijat yang di pinggir jalan, tapi kita aman. Terus mereka mau apa pun yang kita minta, asal harganya sesuai,” ucap Bambang.

Bambang mengaku rutin menikmati ‘Happpy Ending’ tiap bulan. Selain butuh pijat untuk merilekskan tubuh, ia juga senang bereksperimen dalam seks.

Bahkan Bambang sampai merogoh kocek sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta setiap kali turun ke Bengkulu.

“Pernah saya minta seluruh tubuh saya diolesi minyak zaitun, setelah itu kami bergumul. Itu yang membuat saya kecanduan,” ujar Bambang.

Benar – Benar ‘Happy Ending’ yak. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan maraknya prostitusi terselubung di panti pijat tersebut.

“Kita akan evaluasi semua izin mereka dan akan melakukan razia gabungan bersama tim terpadu yang melibatkan unsur birokrasi, alim ulama, TNI dan Polri, kita bersihkan semua itu,” kata Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Advertisements

Posted on April 27, 2016, in Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: