Advertisements

Mengerikan!! Kamu Bakal Bergidik Jika Tahu Fakta Dibalik Foto Lucu Gadis Cilik Ini

image

Saat Stacey Wehrman Feely menemukan anak perempuannya berdiri di atas dudukan toilet, ia segera mengambil ponsel berkamera dan mengabadikan tingkah lucu putri kecilnya.

Dirasa unik, ia ngin membagi ‘kepiawaian’, Chandler putrinya yang berdiri seimbang di atas toliet.

Namun, kebahagiaannya segera menghilang dan berubah menjadi ketakutan. Alasan Chandler berdiri seimbang di atas dudukan toilet ternyata membuat bulu kuduknya merinding.

Dengan polos, kepiawan Chandler berdiri seimbang di atas dudukan toilet itu justru menjadi ‘pelajaran’ di pusat penitipan anak, untuk melindungi diri dari penembak.

Stacey tiba-tiba sadar jika hal tersebut menampar mukanya, ia kini tinggal di negara di mana undang-undang senjata api tak ada sama sekali. Dan bocah perempuannya harus bersiap menghadapi serangan penembakan massal di tempat ia seharusnya merasa aman.

Kekhawatiran Stacey tersebut, ia bagi lewat media sosial. Memohon orang-orang melihat ‘aksi’ anak perempuan 3 tahun menghadapi negara yang tak punya aturan senjata api.

Dalam statusnya, ia mempertanyakan peraturan senjata api di AS, mempertanyakan bagaimana seorang warga sipil memiliki senjata yang dimiliki militer.

“Politikus… lihat foto ini. Ini anakmu, anak-anakmu, cucu-cucumu, generasi mendatang. Mereka akan hidup dan tumbuh di dunia ini berdasarkan keputusanmu. Mereka baru saja berusia 3 tahun dan harus belajar sembunyi di toilet menghindari penembak? Mencoba seimbang di atas dudukan toilet dan berusaha tenang?” tulis Stacey dalam Facebook-nya yang dilansir dari News.com.au, Selasa (21/6/2016).

Sulit bagi Stacey melihat alasan di balik foto Chandler berdiri di atas dudukan toilet. Namun, kenyataannya adalah, hari-hari ‘menakutkan’ itu bisa datang kapan saja.

Selamat Karena Toilet

Pada Desember 2012 lalu, guru kelas satu Kaitlin Roig-Debellis menyembunyikan 15 muridnya di toilet, ia menyelamatkan nyawa mereka dari Adam Lanza. Pemuda 20 tahun itu dengan dingin menghujani peluru dari kelas ke kelas di Sandy Hook Elementary School.

Pagi hari yang mengerikan itu harus menelan korban 20 siswa dan 6 guru harus tewas. Kebanyakan korban berusia 5 hingga 6 tahun.

“Di mana kami semua bisa sembunyi? Toilet. Kamar kecil itu hanya ada satu WC dan tempat tisu dalam bilik,” tulis guru Kaitlin dalam bukunya Choosing Hope.

“Aku bahkan tidak pernah ke kamar mandi anak-anak sebelumnya. Orang dewasa tidak akan nyaman di dalam. Bagaimana bisa aku menyembunyikan 16 anak di sana? Ini adalah satu-satunya kesempatan kami. Yang mustahil harus menjadi mungkin.”

“Kami semua masuk ke kamar mandi dan ketika tidak ada satu milimeter ruang yang tersisa, aku mulai mengangkat siswa dan menumpuk mereka di dalam. Aku menempatkan satu siswa, kemudian dua, lalu tiga di atas toilet dan menduduki gadis terkecil di dispenser kertas toilet.”

Murid-murid kelas 1 itu panik, gemetar dan ketakutan.

Beruntung, Kaitlin berhasil menyelamatkan mereka. Namun, trauma dan kerusakan mental bocah-bocah itu tak terbayangkan.

Sumber : Liputan6

Advertisements

Posted on June 22, 2016, in Hot News and tagged , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. di indonesia aja ada undang 2 darurat ttg senpi, ternyata di as ndak ada

    Liked by 1 person

  2. Wow..mengerikan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: