Advertisements

Drama Eksekusi Mati Jadi Pekerjaan Menyedihkan Menurut Kepolisian

MIO Z GIF

Eksekusi mati jilid III

Saat eksekusi mati telah membayangi terpidana, rupanya hujan deras dan petir ikut mengiringi kepergian empat terpidana mati yang dieksekusi Kejaksaan, dini hari tadi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Tenda tempat eksekusi mati di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, sempat roboh akibat angin kencang. Pelaksanaan eksekusi mati, sempat tertunda.

Beruntung, yang berada di tenda itu bukan lah regu tembak. Bukan pula terpidana mati yang akan dieksekusi. Sebab, saat angin kencang merobohkan tenda, para terpidana mati belum dibawa ke lokasi.

Cuaca tak bersahabat ini tetap melanjutkan tekad jaksa melakukan eksekusi mati. Begitu pula dengan permohonan grasi yang diajukan oleh Freddy Budiman dan Seck Osmane.

Rabu 27 Juli 2016, Seck melalui pengacaranya, tim Farhat Abbas, mengajukan permohonan grasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia berharap bisa lolos dari eksekusi mati jilid III.

Begitu pula dengan Freddy Budiman. Namun, gembong pengedar narkoba itu pasrah. Apapun hasil permohonan grasinya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa.

Ya, nasib mereka bersama Humprey Ejike alias Doctor dan Michael Titus Igwen bin Echere Paulezimoha tidak seberuntung 10 terpidana mati yang rencananya bakal dieksekusi.

Merry Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria), Abina Nwajaen, Osiaz Sibamdi, Frederic Luther, Eugene Ape, Agus Hadi, dan Pujo Lestari, lolos dari eksekusi hari ini.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmat menjelaskan Kejaksaan hanya mengeksekusi empat terpidana mati dengan berbagai pertimbangan serta kajian mendalam.

“Kajian kami dengan tim yang ada sementara ini empat dulu yang dieksekusi. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil,” ujar Noor di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah.

“Salah satu pertimbangan yaitu, perbuatan (empat terpidana mati yang dieksekusi) termasuk secara masif dalam mengedarkan narkoba,” imbuh Noor.

Pekerjaan Menyedihkan Untuk Kepolisian Dan Kejaksaan

Indonesia jadi negara yang mendapat protes keras dari berbagai pihak karena masih menerapkan eksekusi mati untuk memberi efek jera bagi pengedar narkoba. Namun, eksekusi tetap dilaksanakan. Hukum tetaplah hukum.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad memastikan empat terpidana mati sudah dieksekusi. Dia mengatakan, apa yang dilakukan kejaksaan dan kepolisian di Nusakambangan adalah untuk kepentingan bersama.

“Itu semua untuk kepentingan kita bersama, agar tidak ada kegaduhan, kami dengan Kapolda (Jateng) bersama-sama memberikan info tentang pelaksanaan kematian,” ujar Jampidum Noor Rachmad.

Dia mengatakan, digelarnya eksekusi mati bukanlah sesuatu yang diinginkan banyak orang.

“Ini bukan pekerjaan menyenangkan, ini pekerjaan menyedihkan. Kami atas nama tim ikut belasungkawa sebesar-besarnya,” tegas Noor.

Dia memastikan apa yang dilakukan kejaksaan dan kepolisian di Nusakambangan semata-mata dilaksanakan untuk memenuhi aturan hukum yang ada.

“Yakinlah ini semua dilaksanakan karena melaksanakan undang-undang. Yakin juga pelaksanaan ini sesungguhnya bukan untuk menghilangkan nyawa, ini untuk hilangkan perilaku jahat,” papar Noor.

Sumber : Liputan6

Insight

 

Advertisements

Posted on July 29, 2016, in Hot News and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: