Advertisements

Wow..Minimarket Di Surabaya Kini Dilarang Beroperasi Di Malam Hari!!

aerox
insight-banner-promo-fix
swalayan dilarang buka 24 jam
Jika sewaktu-waktu kita membutuhkan barang keperluan, obat-obatan atau snack ringan, minimarket biasanya jadi andalan, tinggal naik motor, mobil atau jalan kaki, barang-barang tadi bisa langsung didapat 24 jam, tapi sekarang nggak bisa lagi, karena adanya larangan yang tertulis pada Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Swalayan.
Perda yang cukup terabaikan ini, ternyata menyimpan banyak aturan tentang toko swalayan termasuk aturan buka dan tutup. Rencananya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya bakal menerapkan seluruh aturan dalam perda itu, termasuk menyosialisasikan aturan ini pada pemilik minimarket.

Pada pasal 12 Perda 8/2014, jam buka minimarket paling malam hanya sampai pukul 00.00. Itu pun hanya saat libur hari raya. Pada hari Minggu, minimarket hanya diperbolehkan buka hingga pukul 23.00. Pembatasan tersebut dilakukan untuk melindungi pasar rakyat dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Menjamurnya minimarket di Surabaya, bikin masyarakat yang berjualan bahan sembako kalah bersaing.
Koordinator Wilayah Timur Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Abraham Ibnu keberatan dengan aturan yang ada. Karena, selama ini kebutuhan warga Surabaya saat malam tiba tergolong tinggi.
’’Kenapa kami buka? Karena demand (permintaan) banyak. Kita harus supply (menyediakan),’’ ujarnya.
Dia mencontohkan kebutuhan obat. Selama ini tidak semua kawasan memiliki apotek yang buka 24 jam. Padahal, kebutuhan obat tidak bisa ditunda. Dia juga mencontohkan perempuan yang membutuhkan pembalut saat dini hari.
Selain itu, pembatasan jam buka bakal mempengaruhi tenaga kerja minimarket. Selama ini jumlah tenaga kerja sudah disesuaikan dengan waktu operasional 24 jam. Jika jam kerja dikurangi, otomatis jumlah tenaga kerja bakal terpangkas. Abraham meminta Perda 8/2014 direvisi. Sebab, perda tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Surabaya metropolis, yang aktivitas kotanya tidak pernah berhenti.
Isi perda lainnya juga menerangkan jika minimarket yang berada di dekat pasar tradisional harus segera pindah. Disperdagin memberikan waktu hingga September 2017. Sesuai perda, minimarket tidak boleh berada di radius 500 meter dari pasar yang dikelola PD Pasar Surya dan lembaga ketahanan masyarakat kelurahan (LKMK).
Minimarket juga dilarang berjualan di luar ruangan. Namun, saat ini masih banyak minimarket yang menjual dagangannya di tenda-tenda. Bila masih ada yang melanggar, disperdagin bakal melakukan pembongkaran paksa ditemani satpol PP.
Sumber : Jawa Pos
Pict : BeritaJakartaDKI
Advertisements

Posted on February 6, 2017, in Hot News and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Cukup siang saja biar gak pada kulakan kondom eh

    Liked by 1 person

  2. Postingannya sangat bermanfaat utk sy nih.. makasih udah share. Salam dari Palangkaraya, kunjungi juga blog cemilan bukan-bukan, bukan keripik bukan kerupuk tapi gurih renyahnya bukan main-main. sikribo.id

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: