Advertisements

Seputar Equinox, seperti apa dampak, bahaya serta faktanya!

Guys, akhir-akhir ini beredar pesan berantai yang bikin publik was-was, dari pesan yang beredar di informasikan bahwa wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan dilanda suhu panas akibat equinox. Pesan hoax tersebut meminta publik untuk tinggal di dalam rumah pada pukul 12.00-15.00.

Masih menurut pesan tersebut, jika ingin memastikan apakah suhu benar-benar tinggi, masyarakat bisa menempatkan lilin di sudut rumah. Jika lilin meleleh, maka suhu sudah mencapai titik yang membahayakan. Btw, ini mau ngetes suhu atau melihara babi ngepet sih, pake bawa-bawa lilin segala. 😂

Kabarnya suhu equinox yang diperkirakan mencapai 40 derajat celsius. Publik diminta beradaptasi dengan mengonsumsi air 3 liter sehari, memperbanyak makan sayuran, dan mandi sesering mungkin.

Gambaran dampak equinox itu begitu mengerikan sebab manusia bisa pingsan, terserang heat stroke, dan mengalami gagal fungsi organ tertentu. Suhu bisa naik hingga 9 derajat celsius.

Hoax atau Fakta ? Jawabnya Hoax!! Sekali lagi itu tidak benar!!

Lalu equinox itu apa sih ? Equinox adalah fenomena yang wajar dan terjadi sejak awal bumi terbentuk. Fenomena tersebut muncul karena pergerakan semu tahunan matahari.

Jadi, setiap tahunnya, matahari secara semu berada di tempat yang berbeda. Kadang matahari tepat di atas khatulistiwa, kadang di atas 23,5 derajat Lintang Selatan, kadang di atas 23,5 derajat Lintang Utara.

Equinox bakal terjadi di Indonesia, pada 21 Maret 2017. Fenomena itu memang punya dampak, tetapi efeknya tak semengerikan yang digambarkan dalam pesan berantai.

Secara relatif, panjang siang dan malam saat terjadinya equinox dinilai sama. Berlaku juga di wilayah subtropis.

Yunus S Swarinoto, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, mengatakan :

“Equinox bukan merupakan fenomena heat wave atau gelombang panas seperti di Afrika dan Timur Tengah, yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu secara besar dan bertahan lama.”

Suhu udara di Indonesia sendiri sudah cukup panas. Suhu rata-rata di Indonesia saat ini mencapai 32-36 derajat celsius.

Suhu yang tinggi nggak bisa selalu dihubungkan dengan equinox. Di beberapa wilayah di Indonesia juga pernah mengalami kenaikan suhu, contohnya di Bekasi dan Jakarta yang mencapai 40 derajat celsius. Pontianak pun baru-baru ini mengalami kenaikan suhu sekitar 41-42 derajat celsius. Namun bukan karena dampak equinox ya sob!

Jadi masyarakat jangan terlalu panik dengan adanya fenomena equinox.

Masyarakat hanya dihimbau untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, karena cuaca di beberapa wilayah Indonesia cenderung kering. Misalnya di sejumlah wilayah Sumatera yang telah memasuki musim kemarau.

Konsumsi sayuran dan buah memang perlu, apalagi air. Tapi sebisa mungkin sewajarnya aja disesuaikan sama aktivitas sehari-hari. Lilin juga nggak akan meleleh hanya karena equinox.

Justru, menurut pakar BMKG, akan ada fenomena menarik karena munculnya equinox, sebuah hari tanpa bayangan matahari.

Biar sobat lebih mengenal Equinox, yuk cari tahu 6 fakta penting seputar Equinox!!

Fakta seputar equinox :

1. Matahari terbit dan terbenam secara horizontal

Saat Equinox terjadi, peristiwa langka lainnya akan menyusul, equinox membuat posisi Matahari terbit dan terbenam bisa dilihat secara horizontal di seluruh dunia. Orang yang tinggai di wilayah subtropis bagian utara dan selatan juga bisa menyaksikan fenomena langka ini.

2. Equinox Terjadi 2 Kali dalam Setahun

Equinox berlangsung 2 kali dalam setahun. Prediksi akurat astronom berkisar di bulan Maret dan September, tepatnya 21 Maret dan 23 September. Prediksi ini bisa meleset ke tanggal lain, hanya saja masih dalam bulan yang sama.

Fenomena ini juga memiliki istilah yang berbeda. Wilayah belahan Bumi utara menyebut equinox yang terjadi pada Maret sebagai Vernal (musim semi) Equinox. Sementara di belahan Bumi selatan disebut Autumnal Equinox.

3. Transisi Alam ke Musim Semi

Astronom di belahan Bumi utara menggunakan Equinox yang terjadi di bulan Maret sebagai patokan untuk dimulainya musim semi. Musimnya berakhir di titik balik Matahari pada bulan Juni, yaitu ketika musim panas akan dimulai.

Nah, bedanya dengan wilayah belahan Bumi selatan, Equinox yang terjadi di bulan September justru malah menjadi penanda awal musim semi mereka.

4. Durasi Waktu Siang dan Malam Sama

Equinox berasal dari dua kata latin : aequus (sama) dan nox (malam) yang berarti Equinox yang berlangsung di Bumi akan menghadirkan fenomena siang dan malam dengan durasi yang sama. Kenyataannya, Bumi justru lebih lama mengalami waktu di siang hari saat Equinox berlangsung.

5.  Equinox dan Aurora Borealis

Equinox disebut-sebut menjadi momen yang pas untuk menyaksikan peristiwa Aurora Borealis di belahan Bumi utara. Seperti dijelaskan NASA, aktivitas geomagnetik akan berlangsung dua kali lebih intens ketika musim semi dan gugur.

6. Equinox dan Tradisi Tiongkok

Fenomena Equinox pun begitu melekat dengan perayaan kebudayaan di sejumlah wilayah. Misalnya pada masyarakat di Tiongkok, merayakan Equinox pada bulan Maret dengan tradisi menyeimbangkan telur. Telur yang diletakkan dalam posisi sejajar menandakan kesuburan dan pertanda datangnya keberuntungan.

 

Sumber : Liputan6 & Bustle

Advertisements

Posted on March 20, 2017, in Come On Share, Education, Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: