Advertisements

Bantu Anak Pahami Aksi Terorisme Dengan 4 Cara Berikut!

Baru-baru ini masyarakat dibuat terkejut, dengan serangkaian peristiwa ledakan yang bermula di Manchester Arena, hingga menewaskan 22 orang dan mencederai 59 penonton di saat konser Ariana Grande digelar.

Hingga tak berapa lama, kita mendengar 3 polisi harus gugur akibat ledakan bom di terminal kampung melayu, negara kita sendiri, Indonesia.

Jika sudah begini pastinya akan banyak orang tua yang merasa khawatir, karena sasaran bom bisa berada dimana saja dan kapan saja. Kadangkala hampir tanpa peringatan. Parahnya, jika hal tersebut menyasar pada remaja dan anak-anak. Terkhusus, keluarga kita!

Membaca dan melihat berita-berita teror, mayat bergelimpangan dan ancaman ledakan seperti ini, fokus ini rasanya langsung tertuju pada remaja dan anak-anak. Makin banyaknya aksi teror yang dilakukan di ruang publik dapat menimbulkan kemarahan, kecemasan dan rasa panik serta takut di usia kanak-kanak dan remaja.

Lalu bagaimana kita sebagai orang dewasa menawarkan dukungan dan saran kepada anak-anak, setelah serangkaian berita serangan teror yang mewarnai media akhir-akhir ini?

Berikut panduan yang diberikan juru bicara NSPCC badan amal yang menangani perlindungan anak di Ingris.

1. Dengarkan baik-baik ketakutan dan kekhawatiran sang anak

Pastikan mereka tahu perasaan dan pikiran mereka didengar dan jangan diabaikan. Jika kita tidak mengakui ketakutan mereka, mereka pasti tidak akan terbuka pada Anda.

2. Tawarkan kepastian dan kenyamanan

Jelaskan bahwa sangat normal jika merasa sedih atau khawatir saat mengetahui serangkaian berita tragis di sosial media dan televisi. Katakan bahwa mereka tidak sendirian dalam merasakan hal seperti ini.

Yakinkan mereka bahwa mereka dikelilingi oleh lingkungan yang aman. Hal ini akan membuat anak-anak dan remaja merasa aman karena mereka mendapatkan kenyamanan dan dukungan.

3. Hindari penjelasan yang rumit dan mengkhawatirkan yang bisa membuat mereka lebih takut dan bingung

Keluarga seharusnya tidak menghindar dari membicarakan kejadian tragis, namun NSPCC menyarankan untuk tidak berfokus pada rincian yang tidak perlu yang bisa membuat anak-anak merasa trauma dengan apa yang telah terjadi.

Ingatkan anak-anak bahwa kejadian semacam ini jarang terjadi dan memberi mereka banyak kepastian tentang kehidupan mereka sehari-hari.

4. Bantu mereka menemukan saran dan dukungan untuk memahami kejadian dan perasaan yang menyedihkan

Tidak hanya orang tua, libatkan guru dan sekolah untuk sumber informasi yang dapat dipercaya. Jika sang anak atau remaja yang menjadi korban atau saksi mata dari kejadian tersebut. Pastikan ia mendapat pelayanan konseling yang tepat. Termasuk masalah yang mungkin mereka hadapi, yaitu kekhawatiran yang dipicu oleh berbagai berita teror tersebut.

 

Sumber : Country Living

Advertisements

Posted on May 29, 2017, in Hot News, tips and trick and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: