Advertisements

Usai Serangan Wannacry, Kini Fireball Muncul Dan Menginfeksi 250 Juta Komputer Dunia

Ingat dengan kegaduhan yang ditimbulkan Ransomware Wannacry, salah satu malware buatan Korea Utara yang sudah minta tebusan di berbagai rumah sakit di Jakarta? Kali ini muncul lagi malware baru bernama Fireball

Fireball, dikabarkan berhasil menginfeksi lebih dari 250 juta perangkat komputer dari seluruh dunia. Dikutip dari laporan firma keamanan Checkpoint, (4/6/2017), Fireball disebut-sebut telah menginfeksi satu dari lima jaringan komputer milik perusahaan besar dunia.

Menurut laporan, Fireball berhasil diidentifikasi pada pengguna di India (25,3 juta – 10,1%), Brasil (24,1 juta – 9,6%), Meksiko (16,1 juta – 6,4%), dan Indonesia (13,1 juta – 5,2%). Lagi-lagi Indonesia jadi sasaran.

Lalu siapakah dalang dari malware ini? Kabarnya, Rafotech salah satu perusahaan pemasaran digital yang ada di Tiongkok adalah pelaku penyebaran virus tersebut.

Walau tidak semengerikan Wannacry, yang meminta tebusan berupa bitcoin, tapi Rafotech patut diwaspadai. Karena Rafotech ‘diam-diam’ menginstal Fireball ke komputer perusahaan yang menggunakan metode monetisasi terselubung yang dikenal dengan sistem bundling.

Dengan cara ini, mereka mampu memasukkan malware ke dalam beberapa produk freeware (gratisan) buatan perusahaan atau distributor lainnya.

Setelah terinstal di dalam komputer pengguna, Rafotech dapat memanipulasi browser korban dan mengubah mesin pencarian default dan halaman utama peramban ke mesin pencari palsu.

Mesin pencari palsu tersebut memiliki kode khusus, kode ini dapat digunakan untuk melacak dan mengumpulkan berbagai informasi pribadi milik pengguna. Tak hanya itu, Fireball akan secara paksa menginstal plugins untuk meningkatkan pendapatan iklan mesin pencari palsu buatan Rafotech.

Walau tak seberbahaya Wannacry, Fireball mampu mengumpulkan berbagai informasi penting milik pengguna yang perangkatnya telah terinfeksi.

Rafotech juga bisa menanamkan berbagai malware berbahaya lainnya, dan menjalankan kode tertentu ke jaringan komputer di perusahaan terbesar di dunia tanpa disadari oleh pengguna.

Untuk mengatisipasi, ada baiknya pengguna internet untuk menghindari unduhan gratis (freeware). Karena biasanya akan menyimpan berbagai virus berbahaya seperti fireball.

 

Advertisements

Posted on June 5, 2017, in Hot News and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: