Advertisements

Dulu Didiagnosis Autis Kini Bocah 14 Tahun Itu Lulus SBMPTN dan Diterima Di ITB

Nama Musa Izzanardi Wijanarko, kian ramai diberitakan media massa, sebenarnya Musa sudah cukup sering masuk headline news sejak 2016, kala itu ia baru berumur 13 tahun, ia diberitakan jadi peserta termuda yang ikut SBMPTN tapi kemudian gagal lolos.

Kini bocah asal Bandung, yang masih berumur 14 tahun itu lolos SBMPTN yang pengumumannya diumumkan kemarin Selasa, 13 Juni 2017.

Dilansir Tempo (13/6/2017) Bocah 14 tahun 6 bulan ini setelah lolos SBMPTN langsung diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Yanti Herawati, ibu kandung Izzan, anaknya memang tergolong cerdas sejak kecil. Izzan kecil dikenal sebagai anak yang aktif, tidak pernah berhenti bergerak. Saat kecil ia suka merusak barang-barang dan menyerang teman-temannya.

Karena perilakunya tersebut orang tua memeriksakan kondisi Izzan ke psikolog. Izzan pun didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi kemampuan IQ.

Ia pun sempat menjalani serangkaian terapi dalam kurun waktu tertentu hingga merasa tertekan dengan terapi tersebut. Saat terapi dihentikan, mirip kisah Einstein, Izzan akhirnya keluar dari sekolah dan memilih belajar di rumah.

Sebagai ganti guru di sekolah, Yanti mulai mengajari anaknya sendiri di rumah. Awalnya ia membiarkan sang anak bermain sesukanya. Sampai suatu ketika, Izzan bertanya pada sang ibu tentang sosok Sir Isaac Newton.

“Bu kenapa Newton bisa menghitung gerak planet?,” pertanyaan Izzan kecil pada Yanti. “Saya jawab, Newton menghitung dengan rumus matematika.”

Sejak saat itu ia berminat dengan Matematika dan dunia sains. Yanti juga mengajari anaknya membaca huruf Hijaiyah dan membaca Iqra. Dan selama 14 tahun, Yanti terus mengajari anaknya di rumah.

Kecintaan Izzan pada dunia matematika membuat ia bercita-cita menjadi ilmuwan fisika dan ahli nuklir.

Menurut pengakuan Yanti, ia tak menerapkan program khusus. pada pengajarannya di rumaha. Ia hanya mengikuti perkembangan dan keinginan belajar anak. Selain matematika, Izzan juga aktif ikut organisasi pramuka, ilmu bela diri kungfu, dan taekwondo.

Rencananya Izzan ingin lulus dari ITB lebih cepat dari kakak perempuannya yang lebih tua 5 tahun. Kakaknya sudah terdaftar sebagai mahasiswa ITB sejak dua tahun lalu. Kata Yanti, Izzan ingin menyalip kakaknya dan lulus dengan indeks prestasi di atas 3,9.

 

 

Advertisements

Posted on June 14, 2017, in Hot News and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: