Advertisements

Bocah 10 Tahun Asal Indonesia Pukau Bos Apple

Yuma Soerinto bocah berumur 10 tahun asal Indonesia yang masih duduk di bangku SD atau Midle Park Primary School di Melbourne, Australia, mampu memukau CEO Apple, Tim Cook.

Setelah tampil memperkenalkan aplikasinya pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose, Amerika Serikat, minggu lalu.

WWDC sendiri adalah ajang yang mengumpulkan para pembuat aplikasi yang digagas dan digelar setiap tahunnya oleh perusahaan teknologi Apple.

Nah, Yuma adalah salah satu partisipannya, walau penampilan perdana, Yuma bisa membuat bos Apple terkesan lho.

Menariknya Yuma membuat aplikasi ini di dalam pesawat dari Melbourne menuju ke Amerika Serikat.

Dilansir Liputan6 (18/6/2017), aplikasi buatan Yuma, yaitu aplikasi yang digunakan untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang.

Harga ini sudah termasuk harga yang sesuai dengan penjual lokal ditambah pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Aplikasi ini menurut Yuma akan berguna ketika mereka pergi berbelanja souvenir atau oleh-oleh dari perjalanan mereka.

Karena dianggap unik Yuma berhasil mengantongi pujian dari Tim Cook bos Apple.

“Keren sekali, hebat! dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya,” puji Tim Cook untuk karya Yuma.

Pertemuan Yuma dan Cook ini berhasil dimuat di media dan dengan cepat tersebar di seluruh dunia.

Saat ABC Australia Plus Indonesia (18/6/2017), mencoba mewawancarai Hendri Soerianto, ayah Yuma yang menemani perjalanan anaknya ke Amerika Serikat. Hendri pun membenarkan jika dia sekeluarga berasal dari Indonesia.

“Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun.” kata Hendri

Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut, diberi nama Yuma karena “kami ingin namanya mudah diingat dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Kami percaya kami adalah warga dunia.”

Sejak usia 6 tahun Yuma mulai rajin belajar coding, karena baginya PR di sekolah kurang menantang. Semenjak kecintaannya pada coding yang sudah berjalan 4 tahun, Yuma kini telah menelurkan aplikasi pertamanya di tahun lalu, dan saat ini ia sudah punya lima aplikasi yang bisa diunduh di App Store.

Lima aplikasi tersebut adalah Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke.

 

 

Advertisements

Posted on June 18, 2017, in Education, Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: