Advertisements

7 Fakta Nyeleneh Seputar ‘Bayi Ajaib’ Dari Enrekang

Masih hangat dengan kisah ‘bayi ajaib’ yang tiba-tiba dilahirkan usai sholat tahajud? Kali ini kasus seputar bayi ajaib yang menggegerkan Dusun Penja Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, sudah memasuki babak baru.

Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM) siap menjadi pelapor bagi kelahiran bayi tersebut. Terlanjur heboh di masyarakat, kasus ini belum menemukan titik terang sampai sekarang, jadi KP2AM siap membantu polisi menguak semua fakta lewat penyelidikan.

Apalagi ditemukan banyak sekali keganjilan dari cerita tentang kelahiran bayi itu. Nah, apa aja itu? Berikut 7 fakta nyeleneh seputar ‘bayi ajaib’, yang dilansir Tribunwow (8/7/2017), kira-kira menurut sobat masuk akal enggak ya?

1. Langsung hamil hanya dalam waktu tiga jam

Dimana-mana para ibu biasanya butuh waktu 9 bulan untuk mengandung. Namun ibu muda ini, Utje Ramadani (19) hanya butuh waktu 3 jam saja untuk langsung melahirkan sang bayi.

Ini pernyataan sang sepupu, Erwin tentang kehamilan 3 jam tersebut, yang dikutip dari TribunEnrekang (30/6/2017).

“Jadi kemarin perutnya tiba-tiba membengkak hingga tiga jam, setelah itu langsung melahirkan,”

Erwin juga menyebut jika bayi yang dilahirkan itu punya bobot tiga Kilogram.

2. UR belum menikah dan tak pernah berhubungan badan

Ada lagi nih fakta yang lebih aneh, dari pengakuan UR ia belum menikah dan punya suami, UR juga mengaku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan pria. UR juga dikenal religius dan pendiam, tapi punya pacar kan? Usut punya usut ternyata UR punya pacar.

Masih dari pengakuan sang sepupu, Erwin, UR ternyata pernah punya pacar bernama Erick, yang merupakan teman sekolah Utje, bahkan kabarnya mereka masih bersama hingga tahun kemarin, 2016. Untuk saat ini Erwin mengaku tidak tahu kalau keduanya lanjut atau sudah putus.

Nah, jangan-jangan perbuatan si Erick nih *eh..

3. Baru lahir bayi sudah bisa mengucap salam

Enggak sampai disitu, kabar nyeleneh berikutnya, si bayi langsung bisa mengucapkan salam. Info tersebut didapat Erwin dari sang kakek.

“Kata om saya yang juga kakek bayi itu, setelah dilahirkan bayi tersebut langsung mengucapkan ‘Assalamualaikum’ sebanyak tiga kali,” ujar Erwin.

4. Hasil pemeriksaan Puskesmas

Setelah heboh, pihak Puskesmas Enrekang langsung menuju TKP dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ibu dan bayi tersebut.

Melalui pemeriksaan, Kepala Peskesmas Kota Enrekang, dr Sri Siswaty Zaenal, menyebut ibu melahirkan dalam kondisi normal. Tidak ada hal yang aneh, si bayi juga tidak dilahirkan secara prematur.

Berikut penjelasan, dr Sri Siswaty Zaenal terkait tanda-tanda kelahiran normal (bukan tiga jam) yang dialami Utje.

“Salah satu tanda fisiknya adalah kondisi bentuk dan warna puting payudara si ibu yang lebih kehitaman ketimbang yang melahirkan dini, jadi hasil pemeriksaan awal kami itu kelahiran normal,”

“Apalagi kondisi bayi juga normal dan selama pemeriksaan bayi juga masih belum bisa berbicara seperti yang berkembang di masyarakat,” ujar dr Sry Siswati.

“Informasi ini sudah berkembang di masyarakat oleh karena itu perlu diluruskan,” tutupnya.

Terlanjur viral pihak Puskesmas siap melakukan penelusuran, terkait kesehatan dsb biar masyarakat enggak gagal paham.

5. Pihak keluarga selalu tertutup dan menolak pemeriksaan kesehatan

Saat tim Puskesmas Enrekang tiba pihak keluarga terkesan mencegah UR untuk menjawab berbagai pertanyaan. Justru JS, ayah dari Utje yang sering menjawab dan memberikan penjelasan. Tapi penjelasan yang diberikan terkesan aneh dan mengambang.

Sri menjelaskan, UR juga mengakui pernah mengalami kenaikan berat badan dari 42 Kg ke 47 Kg tapi ia tidak memberikan informasi yang jelas kapan berat badannya naik.

Hal aneh berikutnya saat tim puskesmas akan memberikan vaksin Hepatitis B Nol (HB 0) dan vitamin K kepada si bayi, tapi ayah UR menolak karena bayi yang lahir dianggap ajaib, jadi enggak perlu vaksin atau vitamin. Udah setrong dari lahir.

6. Setiap dimintai keterangan UR selalu kerasukan

Selain Puskesmas, Pemerintah Enrekang juga menurunkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dan Dinas Sosial untuk melakukan investigasi.

Sayangnya sang keluarga tidak berkenan jika tim melihat bayi, mengambil gambar atau melihat perut sang ibu. Jelas ada yang disembunyikan. Dan setiap dimintai keterangan UR selalu kerasukan.

7. Pembodohan publik

Polres Enrekang belum bisa melanjutkan penyelidikan karena kasus bayi ajaib bersifat delik aduan. Yang artinya, kepolisian butuh pelapor agar penyelidikan bisa dilanjutkan.

Untuk itulah Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM) siap menjadi pelapor.

“Kami siap melaporkan kejadian ini, karena itu termasuk pembodohan publik,” kata Ketua KP2AM, Sry Yanti Nigsih.

“Kita kasih kesempatan dulu mengaku, tapi kalau mereka masih tidak mau kami buat laporan ke kepolisian untuk mengungkap kebenarannya,” ujar Sry.

KP2AM juga akan terus mendampingi UR agar terhindar dari tekanan psikologis. Dan biar teka-teki dari bayi ajaib segera terungkap.

 

 

Advertisements

Posted on July 9, 2017, in Hot News and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Husss…husss… Bocoran alus, dihamili org dekat. 😀 😀

    Liked by 1 person

  2. Aih ada2 aja nih, kalo sampe ini terbukti bohong berat lho karena bawa2 sholat tahajud.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: