Advertisements

Alasan Telegram Diblokir, Protes Netizen Dan Jerit Kekecewaan Sang Pembuat

Wah, guys salah satu platform chat yang baru-baru ini booming dan digemari banyak pengguna di Indonesia, udah diblokir aja nih.

Berikut berbagai alasan kenapa Telegram diblokir :

1. Sarang teroris, dianggap membahayakan negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan akan memblokir Telegram secara serentak pada Senin (17/7), walau sebelum hari Senin aplikasi ini sudah terblokir loh, namun masih bisa digunakan oleh pengguna yang telah mengunduhnya. Pemblokiran sendiri hanya dilakukan pada versi web saja.

Kabarnya Telegram memuat banyak konten radikalisme, seperti ajakan membuat bom. Pada web Telegram, Menkominfo menemukan banyaknya konten perekrutan anggota terorisme. Totalnya ada sekitar 700 halaman.

2. Susah terlacak, kelompok terorisme dianggap senang menggunakan aplikasi pesan ini karena fitur yang tidak ditemukan pada aplikasi lain. Misalnya secret chat.

3. Memuat gambar tak senonoh atau muatan pornografi, yang dilarang undang-undang negara.

Walau banyak temuan mengerikan dan berbahaya di aplikasi Telegram, nyatanya banyak suara-suara protes dari masyarakat. Menkoinfo dianggap mengada-ada dengan memblokir seluruh aplikasi Telegram. Berikut curhat para pengguna di Twitter yang menyuarakan pendapatnya dengan tagar #telegram, yang Sebarkan kutip dari ANTARA News.

“Ada fungsi report kalau masalah konten nggak sesuai. Kalau mau bisa tutup channel yang dianggap bahaya dengan lapor yang pihak Telegram kan? Lucu,” cuit @FendyGP.

Para pedagang online dan pekerja yang mengandalkan teknologi juga protes berat, karena Telegram cukup membantu pekerjaan sehari-hari, grup chat dapat berisi anggota lebih banyak dibandingkan aplikasi perpesanan lainnya.

“Bisa mengirim data kapasitas besar, bisa dibuka di beberapa device dengan mudah tanpa hilang data chat atau file,” kata Pasti Putih.

Sobat yang termasuk kecewa dengan pemblokiran Telegram? Kalo sobat kecewa apalagi pembuat aplikasinya. Begini penuturan Pevel Durov yang dilansir Detikcom (15/7/2017).

Pavel Durov, mempertanyakan masalah pemblokiran yang diklaim tanpa pemberitahuan dan koordinasi dengan pihak Telegram.

“Kalau Google ada kantor perwakilan di Singapura, Twitter ada Indonesia, kalau Telegram ini komunikasi harus lewat web service mereka. Mereka protes kok kita tidak diajak bicara tahu-tahu diblokir,” kata Chief RA.

Walau begitu pihak kepolisian dan Kominfo membantah pernyataan Pavel Durov dengan mengatakan pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan pada Telegram untuk terus membatasi konten negatif yang ada di sana.

Ribet juga ya. Yuk sobat kasih pendapatnya, gimana seharusnya kita menyikapi konten negatif yang ada di Telegram?!

 

 

Advertisements

Posted on July 16, 2017, in Hot News, teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: