Advertisements

Berawal Ledekan, Pelaku Bully Di Thamrin Dikeluarkan Dari Sekolah

Usai ramai dengan aksi bully di kampus Gunadarma, ada lagi aksi serupa yang terjadi bedanya kali ini mereka memakai jambakan dan pukulan. Mirisnya, semua itu dilakukan anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

Dilansir Liputan6 (18/7/2017), usai mengusut video yang sudah beredar sejak Minggu malam, (16/7). Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto langsung mengadakan investigasi.

Menurut Sopan, perlakuan bully yang terjadi di Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Jumat pekan lalu (14/7), bermula dari aksi saling ledek melalui telepon genggam. Berawal dari ledekan maka pelaku menghadang korban di daerah Thamrin.

Dari rekaman video yang viral, terlihat sekelompok remaja memukuli seorang siswi berseragam putih-putih. Aksi kekerasan itu juga jadi tontonan siswa lainnya.

Terlihat seorang perempuan mengenakan seragam biru putih menghampiri korban. Setelah itu ia menjambak rambut korban yang berdiri di depannya hingga korban terjatuh ke lantai.

Setelah itu korban menerima siksaan lain dari murid remaja berbeda yang ikut menjambaknya hingga kepala korban nyaris terbentur tembok. Sementara korban tampak pasrah dan ketakutan saat dibully. Ia terus dipukuli di kepala dan bahu dari remaja lainnya tanpa melakukan perlawanan.

Usai dianiaya, korban dipaksa mencium tangan dan kaki pelaku. Bukannya melarang perlakuan tersebut, para siswa yang menonton malah menyoraki dengan aksi foto dan merekam perlakuan sok jagoan dari genk bocah ingusan itu.

Usai diinvestigasi berikut sanksi tegas yang dijatuhkan pada pelaku, Sopan menyebut jika 3 pelaku bullying dikembalikan ke orangtua dan dikeluarkan dari sekolah. Selain itu, Kartu Jakarta Pintar (KJP) mereka juga dicabut.

“Aturan harus ditegakkan, bahwa yang bersangkutan dikembalikan ke orangtuanya. Kedua adalah KJP nya dicabut,” ucap Sopan.

Walau pembully dan korban sudah berbaikan sanksi tegas tetap diberikan. Korban memang masih duduk di bangku SD namun pelakunya anak SMP, mereka saling mengenal karena bersekolah di SD yang sama.

Well, ini jadi pelajaran berharga untuk kita semua! Jangan sampai kejadian serupa terulang terutama jika pelaku atau korbannya adalah anak, saudara, tetangga atau kenalan kita.

Sebaiknya para orang tua harus peka dan mencari tau teman sepergaulan sang anak dan terus mengarahkan pendidikan karakter, serta mengajarkan anak untuk menyayangi teman-temannya. Kalo, menurut kamu gimana nih sob?

 

 

Advertisements

Posted on July 18, 2017, in Hot News and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: