Advertisements

Tersangka Pembakaran Pencuri Ampli Di Bekasi Yang Dibakar Hidup-Hidup Sudah Tertangkap!

Kasus ngeri! Manusia dibakar hidup-hidup layaknya ayam panggang, sudah menemukan titik terang. M Alzahra (MA) alias Joya (30) tewas dikeroyok dan dibakar warga Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi karena dituduh sebagai pencuri amplifier di Musala Al-Hidayah.

Benarkah mas Joya atau mas Zoya ini pelakunya? Begini ujar kepolisian. Melihat hasil pemeriksaan selama beberapa hari terakhir, pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti, polisi menyimpulkan jika korban MA adalah pelaku pencurian ampli tersebut.

Polisi juga sudah memeriksa saksi kunci Rojali terkait pencurian amplifier musala. Rojali adalah marbut musala yang pertama kali tahu ampli hilang digondol MA.

“Saudara Rojali sebagai marbut dari Musala Al-Hidayah itu berkali-kali menegaskan dialah yang menangkap tangan terduga pelaku saudara MA ketika membawa amplifier tersebut,” ungkapnya.

Saat itu Rojali mengaku mengejar MA hingga ke Pasar Muara, Babelan yang berjarak sekitar 3-4 Km dari musala. Saat itu MA kabur dengan menggunakan motor, hingga akhirnya terjatuh dan tertangkap massa. Dan dibakar hidup-hidup oleh oknum yang main hakim sendiri.

Walau MA adalah terduga pelaku, menurut Asep perbuatan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Bahkan bisa terjerat hukuman 12 tahun penjara.

“Meskipun yang bersangkutan benar pelakunya, tindakan main hakim sendiri tentu tidak bisa dibenarkan,” ucap Asep.

Pagi tadi (9/8), polisi langsung bergerak menggali makam MA untuk mengautopsi jasad korban. Autopsi dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian Joya. Walaupun ada dugaan kuat Joya tewas karena luka bakar yang dideritanya.

Polisi juga telah berhasil meringkus tiga tersangka baru. Satu di antaranya adalah penyiram dan pembakar korban.

“Hari ini kami menetapkan tiga tersangka, jadi sudah lima tersangka yang ditahan,” ujar Kapolres Asep Adi Saputra di Mapolda Metro Jaya.

Ketiga tersangka itu, berinisial AL, KR, dan SD. SD punya peran yang paling menonjol, ia otak dari penyiraman bensin pada korban. SD membeli bensin, menyiram sekaligus membakar MA. Sementara dua tersangka lain terlibat pengeroyokan korban..

M Alzahra tewas usai dituduh mencuri amplifier di Musala Al Hidayah, Bekasi. Korban meninggal setelah warga menganiaya dan membakarnya hidup-hidup di Pasar Muara Bakti, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, pada 1 Agustus 2017 lalu.

 

Sumber : Detik & Liputan6

 

Advertisements

Posted on August 9, 2017, in Hot News and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: