Advertisements

Tragedi Tewasnya 3 Personel Brimob Di Blora, Motif Masih Abu-Abu

Aksi penembakan dan bunuh diri yang melibatkan 3 personel Brimob di Blora Jawa Tengah, Selasa (10/10) petang.

Turut menguak beberapa fakta! Walau motif pelaku masih abu-abu!

Peristiwa tragis itu terjadi di proyek Sarana Gas Trembul (SGT-01), perusahaan pengeboran minyak bumi di bawah PT Pertamina EP.

Lokasi kejadian 3 brimob tewas di Blora, Jawa Tengah

Berikut beberapa kesaksian dari para pekerja di proyek Sarana Gas.

Malam itu suara letusan senjata didengar sejumlah pekerja yang lagi rapat, sayangnya tak ada satu pun yang menaruh curiga. Mereka berpikir itu ulah pemburu burung.

Hingga rapat selesai, seorang pekerja akhirnya meninggalkan lokasi rapat, namun ia buru-buru kembali lagi dengan wajah ketakutan dan suara terbata-bata. Pekerja itu mengaku melihat ada mayat bersimbah darah tergeletak di tengah jalan proyek.

Sekumpulan pekerja yang masih ada di kantor langsung panik berhamburan.

“Langsung para pekerja membubarkan diri. Ada yang lihat, ada yang menyelamatkan diri. Saya lihat sendiri mayat Supriyono tersungkur di jalan dengan bersimbah darah,” pengakuan seorang pekerja, bernama Aminudin.

Aminudin melihat kondisi Ahmad Supriyono yang bertelanjang dada, hanya memakai celana jeans pendek. Selanjutnya ditemukan mayat Budi Wibowo (30) yang masih pakai sarung.

Para pekerja proyek merasa bingung dengan apa yang lagi terjadi. Sampai kondisi mulai tenang, barulah diketahui dua jasad itu adalah korban penembakan rekan sendiri yaitu Bripka Bambang Tejo.

Pagi setelah peristiwa mencekam itu terjadi, Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Condro Kirono mengadakan jumpa pers bertempat di Akpol Semarang.

Berikut kronologi yang disampaikan Condro, saat peristiwa berlangsung, tiga anggota Brimob yang sedang tugas jaga adalah Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Bripka Bambang Tejo (36).

Ketiganya lagi mengemban tugas untuk mengamankan proyek vital nasional di sana.

Menurut saksi, Brigadir Muhadi, tidak terlihat cekcok dari tiga orang tersebut sebelum ia pergi untuk mandi dan meninggalkan barak. Namun saat Muhadi lagi di kamar mandi terdengar 2 kali letusan senjata api.

Muhadi pun segera menuju lokasi untuk melihat apa yang terjadi. Namun Bripka Bambang Tejo mencegah dan menyuruhnya pergi.

Setelah Muhadi pergi terdengar satu kali lagi bunyi tembakan dari lokasi Bripka Bambang Tejo.

Saat ia kembali, Bripka Bambang sudah tewas dengan luka tembak di kepala dengan senjata AK 101 di dekatnya, sementara dua Brimob lainnya juga tewas tergeletak dengan luka tembakan.

Condro Kirono menyampaikan penyesalannya. Dan akan melakukan evaluasi internal terhadap anggotanya.

“Motifnya sampai tadi pagi (Rabu, 10/10), dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” ungkapnya.

Tiga jenazah personel Brimob diautopsi di RSUD Dr R Soetijono sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Pemakaman sendiri berlangsung tertutup. Dilarang mendekati rumah duka ataupun area pemakaman dan dijaga ketat oleh sejumlah polisi.

 

Sumber : detik.com

 

Advertisements

Posted on October 12, 2017, in Hot News and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: