Advertisements

Fenomena ‘Beg-Packing’, Saat Turis Asing Kehabisan Ongkos Perjalanan!

Turis ngamen karena kehabisan ongkos sekarang jadi fenomena baru loh di dunia. Indonesia jadi salah satu negara yang punya masalah yang sama. Banyak dari para bule yang melancong ke Indonesia enggak bisa balik lagi ke negara asalnya karena kehabisan duit.

Fenomena ini biasa disebut ‘Beg-packing’. Yang diambil dari dua suku kata, yaitu Begging dan Packing, yang artinya mengemis untuk traveling. Sekarang istilah ini lebih populer dibanding ‘Backpacker’, istilah orang-orang yang traveling dengan budget minim.

Dilansir dari The Telegraph, umumnya para ‘Beg-packers’ (traveler yang melakukan beg-packing) sering ditemukan di negara-negara Asia Tenggara. Para Beg-packer ini biasanya datang dari Eropa, Amerika dan Australia.

Saat tak punya uang, mereka biasanya bakal ngamen, jual barang, seperti kartu pos, foto liburan, atau apa saja yang mereka punya. Biasanya, barang-barang yang dijual ditawarkan dengan harga sukarela loh guys, yang penting duitnya cukup untuk makan.

Bahkan ada yang minta uang hingga makan secara terang-terangan pada warga sekitar atau pejalan yang lewat di lokasi sekitar mereka. Bermodal kertas dan pulpen mereka akan menulis beberapa kata yang menggambarkan kondisi dan tujuan mereka.

Pertanyaannya, kok bisa ya turis berkeliaran secara bebas di luar negeri dengan izin masuk ke negara yang dituju? Di Indonesia sendiri, ada fasilitas VoA, atau Visa on Arrival selama 30 hari untuk berbagai negara. Syaratnya adalah membayar USD 35 (Rp 500 ribu), dengan masa berlaku paspor 6 bulan dan harus mengantongi tiket pulang dan pergi.

Walau jadi pro dan kontra, kehadiran Beg-packers udah ada wadahnya loh, para traveller yang kehabisan dana bisa mengunjungi sebuah website bernama ‘FundMyTravel’. Web ini bakal membantu mencarikan donasi bagi traveller untuk pergi ke berbagai negara. Tinggal unggah aja tujuan, alasan pergi ke negara tersebut, dan menunggu orang yang mau berdonasi. Sesimpel itu!

Sekarang, traveling udah jadi gaya hidup buat yang berduit, tujuan hidup buat yang nekat, sampai rela jadi Beg-Packing segala, atau hanya sebagai bentuk refreshing semata.

Well, kalo kamu ketemu salah satu Beg-packers, kira-kira apa yang bakal sobat lakukan, cuek aja atau mau dibantu? Atau malah dikasih kerjaan biar enggak ngemis lagi? Suruh masak mungkin di rumah kamu, hehehe.. Share komentarmu ya!

 

Sumber : detik.com

Advertisements

Posted on February 27, 2018, in Come On Share, Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Iya, nih belakangan marak turis yg model beg packing. Kemarin aku lihat turis di sekitar gresik nyari tumpangan ke bali. Haha pada gembel semua.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: