Advertisements

Palu kota yang identik dengan gempa dan tsunami? Sederet fakta mengejutkan tsunami Palu kembali terkuak!

Jumat, (28/9/2018) terjadi gempa dan tsunami hebat yang melanda kota Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Dilansir BBC, Gempa pertama kali terjadi tepat pukul 13:59:56 WIB. Lalu pada pukul 18.02 WITA gempa disusul tsunami terjadi dengan ketinggian mencapai 3 meter.

Gempa dan tsunami menelan korban jiwa sekitar 2.113 orang, diberitakan Kompas.com.

Dan pada akhir September lalu, temuan terbaru di dasar laut menjadi petunjuk terjadinya tsunami besar yang melanda Palu.

Hasil survei di pesisir pantai kota Palu menunjukkan penurunan dasar laut secara signifikan usai gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter menghantam kawasan itu.

Hal ini amat mungkin ikut menyebabkan air bergerak secara tiba-tiba dan akhirnya berubah menjadi tsunami hebat yang menerjang daratan.

Saat itu, para peneliti mengaku cukup terkejut dengan cakupan gelombang tsunami yang terjadi. Apalagi sampai menelan korban jiwa sebanyak itu.

Namun, hasil awal dari berbagai investigasi yang dikumpulkan di pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Washington DC pada 10-14 Desember perlahan mengungkap fenomena lain.

Apa saja itu? Berikut berbagai temuan mengejutkan terkait gempa dan tsunami Palu.

 

1. Dua lempeng berbenturan

Melansir detik.com, gempa terjadi pada patahan sesar geser (strike-slip fault), di mana ada dua lempengan bumi berbenturan dan salah satu lempeng terus bergeser secara horisontal. Hal ini umumnya tidak berkaitan dengan tsunami besar.

Namun, sebaliknya 2 gelombang besar menghantam daratan kota Palu, gelombang terakhir adalah gelombang terbesar, menjangkau daratan hingga 400 meter.

Pada pertemuan Persatuan Geofisika Amerika, Udrekh Al Hanif, dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengatakan bahwa sumber tsunami harusnya berjarak sangat dekat dari kota Palu mengingat jarak antara gempa dan tsunami hanya terjadi sekitar tiga menit.

Dia dan timnya berupaya memecahkan misteri tersebut dengan mencari jawabannya pada peta kedalaman laut (bathymetric) di teluk sempit yang mengarah ke Palu.

Hmm, ilmuwan sampai dibut terpusing – pusing ya dengan pemicu tsunami Palu.

Hingga saat ini tim masih berupaya menemukan hasilnya, namun data menunjukkan dasar laut di sebagian teluk ikut merosot akibat gempa.

Kejadian ini, digabungkan dengan gerakan lempeng yang secara tiba-tiba ke arah utara, yang mampu menimbulkan tsunami.

“Ketika kami mencocokkan data bathymetric sebelum dan sesudah (tsunami), kami bisa melihat bahwa hampir semua bagian dasar laut di dalam teluk menjadi anjlok. Dan dari data ini, kami juga bisa memantau (pergerakan) ke utara. Dengan demikian, sebenarnya, ada pergeseran vertikal dan horisontal,” kata Udrekh Al Hanif kepada BBC.

 

2. Longsor bawah air

Fenomena di atas masih belum cukup menjelaskan bagaimana bisa ada tsunami sebesar itu terjadi dengan kecepatan waktu hampir 3 menit, masih dipertanyakan.

Dari bukti lain pada data menunjukkan adanya beberapa longsor bawah air. Ini juga bisa menjadi faktor penyebab tsunami.

 

3. Gerakan dasar laut yang mengarah ke atas

Kemungkinan lainnya adalah gerakan dasar laut yang mengarah ke atas di sebuah kawasan dekat Palu, tempat patahan sesar geser terpecah ke jalur berlainan. Gerakan apakah itu? Apakah dinosaurus masih hidup? :migreen:

Kerusakan dipindai menggunakan teknologi lidar untuk memahami pergerakan air.

Pergerakan secara bersamaan pada kedua jalur kemungkinan menekan lempengan yang berada di antaranya.

“Kejadian ini sangat tidak umum, namun tektonik memberitahu kita bahwa ini bisa terjadi lagi,” kata Finn Lvholt, dari the Norwegian Geotechnical Institute.

“Memang ini bukan kejadian pertama di Palu. Mungkin ini kejadian ketiga atau keempat yang menimbulkan banyak korban. Ada kejadian yang mirip pada 1960-an dan 1920-an.”

 

Sejarah Sebut Palu identik dengan kota gempa dan tsunami? 

Benarkah ucapan seorang ahli dari Norwegia bernama Finn Lvholt? Bahwa Palu kota yang identik dengan gempa dan tsunami?

Jika benar. Ayo, kita lihat sejarahnya!

Berdasarkan budaya lokal, di Sulawesi Tengah, ada beberapa kata spesifik yang menggambarkan tsunami dan gempa.

Misalnya, kata ‘nalodo’, yang berarti amblas dihisap lumpur. Kata ini cocok untuk menggambarkan peristiwa likuifaksi, yaitu saat tanah berubah seperti bubur hingga semua bangunan di atasnya amblas.

 

Tantangan bagi warga Palu

Sementara menurut Hermann Fritz, dari Georgia Institute of Technology di Amerika Serikat, bencana Palu menunjukkan tantangan yang harus dihadapi warga setempat.

“Tsunami ini tiba dengan sangat cepat, hanya dalam beberapa menit. Akibatnya tidak ada waktu untuk peringatan. Itu sangat berbeda dari Jepang (Tsunami 2011), yang punya banyak waktu, lebih dari 30 menit sampai orang pertama meninggal akibat tsunami. Itulah tantangan pada tsunami ini, orang harus mengevakuasi diri sendiri.”

Salah satu cara menyelamatkan diri dari musibah gempa yang diajarkan pada anak-anak di sekolah Jepang. Berlindung di bawah meja!

Diungkap Widjo Kongko dari BPPT, ada sikap puas diri (pada warga Palu) setelah latihan kedaruratan diajarkan di Palu pada 2012 silam.

“Peringatan menyebut untuk pergi ke dataran lebih tinggi dalam 5-10 menit. Orang harus paham bahwa tsunami bisa datang jauh lebih cepat.”

Hasilnya? Kepanikan justru membuat lebih banyak korban jiwa berjatuhan. Mulai sekarang jangan sepelekan semua instruksi mengenai penanganan gempa, tsunami atau apa pun itu yang sudah sobat pelajari ya.

Kalo belum tahu sobat bisa pelajari lagi dan mengedukasi keluarga atau teman sekitar yang masih belum mengerti.

 

 

Advertisements

Posted on December 11, 2018, in Come On Share, Education, Hot News and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: