Advertisements

Bejat! Remaja Disabilitas di Lampung Diperkosa Ayah, Kakak dan Adik Kandungnya!

Kasus Incest di Lampung

Baru-baru ini Lampung digegerkan dengan kasus incest (hubungan sedarah) yang tak biasa.

Aksi bejat ini dialami remaja penyandang disabilitas, berinisial AG yang baru berusia 18 tahun.

AG diperkosa sampai ratusan kali oleh ayahnya JM (44), kakak SA (24), dan adik kandungnya YF (16).

Kasus Terungkap 

Awalnya kasus ini dilaporkan oleh Ketua Satgas Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat Pekon Panggungrejo, bernama Tarseno (51).

Semua bermula saat Satgas Perlindungan Anak meminta izin pada pihak keluarga untuk memberi pendampingan pada AG yang mengalami keterbelakangan mental. Pihak keluarga pun memberi izin.

Sampai ada seorang tenaga psikolog di wilayah Pringsewu, AG pun turut diperiksa psikolog.

Di situlah kasus kekerasan seksual yang dialami AG mulai terkuak.

Dengan polosnya AG menceritakan perbuatan bejat ayah, kakak, dan adik kandungnya sendiri melalui video yang direkam sang psikolog.

“Mengejutkan karena anak ini tidak menyadari bahwa dia itu mengalami kekerasan seksual. Karena waktu itu kami tidak boleh masuk, kami diberi informasinya, diberi videonya waktu wawancara berlangsung. Katanya dengan polosnya ‘kalau malam bapaknya suka naikin, buka celana, itunya bapak dimasukin’. Kira-kira seperti itu lah,” ujar Tarseno.

Setelah mendapat informasi tersebut, Tarseno dan 9 rekannya menyebar di kampung tempat tinggal korban dan keluarganya untuk menggali informasi lebih dalam.

“Kami satgas ada 10 orang yang aktif. Kami menyebarkan anggota untuk mencari informasi ini. Ternyata anak ini suka ke warung tiap pagi. Kemudian kami minta tukang warung ini mengorek keterangan. Lama-lama anak ini ngaku dengan yang punya warung ini. Lebih pasti lagi satgas kami yang perempuan mengorek langsung informasi ke korban pelan-pelan. Dia lalu ngaku bagaimana perlakuan ayahnya, kakaknya, dan adiknya. Terbuka semua,” jelas Tarseno.

 

Pelaku Ditangkap dan Dijadikan Tersangka

Dengan bukti keterangan yang ada, Satgas Perlindungan Anak dan kepala pekon sepakat melaporkan kasus ini pada Polsek Sukoharjo, Rabu (20/2).

Setelah menerima laporan, tim Tekab 308 yang dipimpin Kapolsek Sukoharjo langsung bergerak menciduk JM.

“Pada saat keluarga ini digerebek, masyarakat memang tidak banyak yang tahu kasusnya, kedua karena memang kebiasaan keluarga ini selalu tertutup. Ketika tim datang, anehnya mereka seperti tidak merasa bersalah, tidak melarikan diri. Bahkan bapaknya bilang ‘ada apa ini? Ada apa kok rame-rame?’ Seperti nggak merasa ada salah sama sekali,” ujarnya.

JM, SA, dan YF pun dibawa ke kantor polisi, Polsek Sukoharjo. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus.

Setelah diperiksa intensif, ketiganya langsung dijadikan tersangka dan ditahan. Mereka dikenakan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 8 huruf a jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana. Dengan ancaman kurungan 5 tahun maksimal 15 tahun.

 

Sumber : detik.com

Advertisements

Posted on February 26, 2019, in Hot News, Special Section and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: