Sempat tak Diluluskan Murid yang Kritisi Kepsek dapat Keadilan!

Wah, hanya karena tiga alasan ini Aldi Irpan, siswa kelas XII Jurusan IPS di SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, TIDAK DILULUSKAN. Pertama, karena Aldi menggunakan jaket, kedua, Aldi parkir sembarangan dan ketiga karena Aldi beberapa kali terlambat.

Aldi menerima surat kelulusan

Alasan Aldi cukup kuat sih, Aldi dan teman-temannya memakai jaket karena udara dingin dan hujan di Sembalun. Aldi juga telat karena keadaan jalan Sembalun yang becek, berlumpur dan longsor.

Tetap disalahkan sekolah, Aldi membela hak nya sebagai murid. Aldi pasang badan saat teman-temannya diomelin guru. Mendapat perlakuan tak adil, Aldi pun menulis keluh kesahnya di Facebook.

Status Facebook yang ditulis Aldi Irpan sehingga membuat Aldi tidak diluluskan

Melihat status protes Aldi di Facebook, Kepsek SMAN 1 Sembalun pun mengadakan rapat para guru dengan hasil rapat Aldi tidak diluluskan. Padahal Aldi bukanlah murid nakal di sekolahnya, ia aktif ikut OSIS, masuk rangking 10 besar dan tercatat punya kepribadian baik selama proses belajar.

Sayang banget, mencari keadilan justru dibeginikan. Namun, setelah berjuang mendapatkan kelulusan, Aldi Irpan akhirnya diluluskan pada, Sabtu (25/5/2019).

Di aula sekolah, Aldi beserta keluarga, bersama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Lembaga Perlindungan Anak dan Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Mataram (Unram) bertemu pihak sekolah.

Empat poin yang diajukan Ombudsman (pihak yang menjembatani kasus Aldi) pada Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali. Salah satu poinnya berbunyi meminta kepala sekolah untuk membatalkan keputusan yang tidak meluluskan Aldi pada 11 Mei 2019 lalu.

Aldi akhirnya menerima surat kelulusan dan langsung berpelukan dengan kepala sekolahnya. Aldi yang menangis tampak diberi semangat oleh kepala sekolah sambil memegang kepala Aldi. Pelukan juga diberikan sejumlah guru Aldi.

“Saya mengucapkan terima kasih pada semua yang telah membantu saya memperjuangkan nasib saya, saya tidak bisa mengucapkan apa pun kecuali rasa syukur, saya berterima kasih,” kata Aldi terharu. Hmm, happy ending, mimin lega..

Sementara itu Ali Sadikin, Kepala Sekolah mengatakan bahwa apa yang telah terjadi memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak, baik dirinya maupun Aldi. Sekolah belajar bahwa dalam mengambil keputusan, faktor kemanusian dan kewajaran menjadi pertimbangan utama, ujarnya.

“Banyak hikmah yang kita dapatkan dari kasus ini, kedisiplinan tetap akan kami terapkan, meski ini sekolah pinggiran di kaki gunung,” kata Sadikin.

 

Sumber : Tribun.com

Posted on May 29, 2019, in Hot News and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: