Advertisements

8 Trik Mencegah Remaja Bunuh Diri, Caranya Guampang!

Sikap remaja itu masih labil. Jadi mudah berubah dan merasa cemas..

Faktanya, menurut penelitian yang dipublikasikan Jurnal Pediatri, terhadap 172.000 remaja, 37 persennya mengalami periode depresi mayor (MDE) — MDE yaitu suasana hati sangat buruk, misalnya murung, sedih dan tertekan hingga malas beraktivitas setidaknya selama 2 minggu hingga terparah 12 bulan —

Fakta mirisnya di Indonesia sendiri ada lebih dari 2 juta kasus per tahunnya. Parahnya banyak anak-anak, remaja hingga orang dewasa sekali pun yang sudah mengalami depresi namun tak diketahui oleh keluarga. Ibaratnya keluarga kurang peka!

American Academy of Pediatrics sendiri menyarankan anak dengan usia 11 – 21 tahun untuk diperiksa setiap tahunnya oleh dokter, satu tindakan yang dapat mencegah aksi yang lebih besar yaitu bunuh diri.

Orang tua dan guru turut dihimbau untuk mengambil langkah proaktif, untuk membantu melindungi kesehatan mental para remaja. Nah, berikut langkah-langkah yang setelah mimin baca dan pelajari ternyata cukup guampang dipraktek kan!

 

1. Beri dorongan untuk beristirahat

Studi menunjukkan bahwa siswa yang kurang tidur 3 kali lebih mudah terkena depresi, dibanding siswa yang cukup istirahat. Remaja normal butuh 8 – 10 jam tidur malam. Realitanya 90% dari mereka hobi begadang. Doronglah mereka untuk tidur lebih baik dengan mempertahankan rutinitas harian, termasuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

Remaja butuh istirahat sederhana, seperti jauh dari belajar sejenak, jauh dari komputer dan gadget hingga jauh dari tuntutan hidup mereka.

 

2. Penuhi nutrisi mereka

Makanan sehat mampu mempersenjatai tubuh dan pikiran dari tekanan yang dialami remaja. Sayangnya, karena kesibukan remaja dan gaya makan yang mulai mandiri akhirnya banyak remaja lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji, soda dan berbagai makanan ringan yang sama sekali tidak bernutrisi.

Mulai sekarang, orang tua diwajibkan untuk makan bersama dan sediakan makanan yang pas untuk kebutuhan mereka. Konsumsi berbagai buah dan sayuran segar, biji-bijian dan kacang-kacangan yang memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan depresi.

 

3. Suruh mereka bermain di luar

Banyak penelitian membuktikan efek positif sinar matahari dan alam bagi kesehatan emosianal dan mental. Sinar matahari alami dapat meningkatkan serotonin otak hingga menimbulkan ‘hormon bahagia’ serta pikiran positif dan rileks.

Menghabiskan 5 menit di lingkungan hijau dapat meningkatkan suasana hati dan menghargai diri. Jadi ajak mereka berkebun, bermain, outbond atau apapun yang membuat mereka terkena sinar matahari. Biar makin semangat bukalah jendela kamar si anak setiap hari agar mereka dapat menikmati dosis harian dan mau beranjak ke luar ruangan.

 

4. Jadilah pendukung

Para psikolog melaporkan faktor utama remaja dan orang dewasa nekat mengakhiri hidupnya yaitu tidak mendapat dukungan dari orangtua mereka. Lebih dari segalanya, anak-anak perlu tahu bahwa orangtua mencintai mereka bagaiman pun keadaannya.

Katakan pada mereka, ‘Saya bangga denganmu’, ‘Kami menerimamu’, ‘Saya mendukung apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu’, dan ‘Saya percaya padamu’.

 

5. Bicarakan tentang depresi

Depresi adalah gangguan otak, dan setiap organ dalam tubuh layak mendapatkan perhatian agar mengalami kesembuhan. Bicarakan tentang depresi sama seperti orangtua menghadapi masalah medis lainnya, dan si anak akan lebih terbuka saat kalian berjuang untuk kesembuhannya.

 

6. Dengar, dengarkan, terus dengarkan mereka

Orang dewasa itu terlalu sering memberi saran dan memperbaiki masalah. Gantinya, habiskan 90% percakapan dengan mendengarkan mereka. Sisanya 10% bantu mereka berdiskusi. Kuncinya, buat remaja bicara tentang perasaan mereka. Meskipun banyak dari mereka tidak dapat mengetahui atau bicara dengan jelas apa yang mereka rasakan.

Beri mereka perhatian, lalu perlahan arahkan mereka agar berperilaku lebih baik. Jika remaja terbiasa berbicara dengan orang dewasa dalam kehidupan mereka tentang perasaan, nilai dan ide, maka pembicaraan tentang kesehatan mental akan keluar secara lebih alami.

 

7. Usahakan menjalin hubungan

Memang sulit membuat remaja melakukan apa yang mereka tidak inginkan, biasanya remaja suka menghabiskan waktu sendirian di kamar mereka, terisolasi dari yang lain. Namun hubungan yang sehat dan penuh cinta dalam kehidupan mereka sangat penting. Jadi, buat anak remaja terlibat dalam keluarga, dapatkan masukan dari mereka tentang kegiatan yang membutuhkan interaksi dan membina hubungan.

 

8. Perlakukan mereka dengan serius

Bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua bagi kaum muda dengan rentang usia 10 – 24 tahun. Faktanya lebih banyak remaja meninggal setiap tahun akibat bunuh diri daripada jumlah kematian karena kanker, penyakit jantung, AIDS, cacat lahir dan radang paru.

Jadi perlakukanlah mereka dengan serius gangguan mental bukan sesuatu yang remeh, berikanlah apapun yang dibutuhkan anakmu, penuhilah kebutuhan fisik, rohani, mental dan sosialnya.

 

 

Sumber : Christy Chapman, Psikolog dan Penulis

Advertisements

Posted on July 19, 2019, in Beauty & Health, Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: