Advertisements

20 Tahun Nyabu, Kenapa Nunung Terlihat Sehat dan Bugar? Begini Kata Ahli!

Banyak artis terjerat narkoba, yang terbaru pelawak senior yang namanya eksis berkat jadi pemain Srimulat dan OVJ ini justru mengaku sudah lama jadi pemakai.

Yup, Nunung sudah memakai narkoba jenis sabu sejak 20 tahun lalu. Dengar kabar ini pihak keluarga pun mengaku terkejut.

Nah, kalo biasanya para pecandu tampak kurus dan lemas. Kenapa mbak Nunung justru terlihat gemuk, segar, dan tampak sehat ya? Ia juga terlihat masih aktif wara-wiri di layar kaca sebagai komedian. Mimin jadi ingat almarhum Pretty Asmara yang juga terlibat kasus sabu.

Apa sobat penasaran juga sama seperti mimin? Begini penjelasan ahli!

dr Andri, SpKJ, FACLP, praktisi kesehatan jiwa dari Universitas Krida Wacana, menjelaskan jika efek dari pemakaian narkoba tergantung pada jenis narkoba yang dikonsumsi. Sabu sendiri merupakan jenis obat stimulan yang efeknya berlawanan dengan jenis heroin atau ganja.

“Sebenarnya itu terkait dengan jenis penggunaan narkoba yang sifatnya kayak heroin atau dulu namanya putau disebutnya, atau juga ada jenisnya kayak ganja, nyelonjor saja dia, rileks, beler, itu juga salah satu yang sering jadi masalah dulu,” ujar dr Andri.

Sementara sabu, ekstasi dan kokain adalah obat stimulan yang mampu membangkitkan mood, perasaan senang dan euforia, harganya pun tergolong lebih MAHAL. Jadi gak heran sabu banyak dipakai para artis untuk menambah stamina kerja.

“Golongan stimulan ini biasanya digunakan oleh orang itu biasanya untuk meningkatkan mood-nya menjadi euforia. Tetapi yang uniknya ada beberapa orang yang menggunakan ini untuk kerja karena dengan menggunakan ini jauh lebih kuat daripada kopi. Mereka menjadi lebih konsentrasi, ngomong sama orang jadi berani, lebih percaya diri, bahkan bisa overwork bisa sampai kerjanya 12 jam it’s oke,” jelas dr Andri.

Buku dengan judul ‘In Praise of Slow’ yang ditulis oleh Carl Honore pada tahun 2004, menulis tentang narkoba jenis stimulan. Disana dicatatkan pada tahun 1998, penggunaan nya di Amerika Serikat meningkat hingga 70 persen. Alasan pemakainya untuk mempercepat pekerjaan.

“Ternyata di Indonesia orang makin tahu, orang kepengin bekerja lebih baik semua, pengin cepat kalau bisa secara simultan. Tapi kan ternyata otaknya nggak kuat, mau nggak mau mesti menggunakan zat dan inilah yang banyak digunakan,” tandas dr Andri.

Meski di luar tampak sehat dan bugar para pemakai sabu tetap diinggapi berbagai risiko merugikan. Pemakaian sabu dalam jangka panjang dapat merusak susunan saraf pusat dan sistem metabolisme tubuh. Apalagi, sabu punya efek kecanduan berbahaya. Ngabisin duit juga, iya kan?

Efek putus obat atau withdrawal symptom alias sakau (yang tentunya menyakitkan) kerap ditemukan pada pecandu saat berusaha menghentikan pemakaian dari barang haram tersebut.

 

Sumber : detikHealth

Advertisements

Posted on July 22, 2019, in Hot News, Infotaiment and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: