Advertisements

BPJS Disomasi YLBHI Terkait Poster ‘Joker’

Sanking sukses dan populernya film Joker di Indonesia, BPJS tak mau ketinggalan trend tersebut. Media sosial BPJS pun dihiasi sebuah poster bertema Arthur Fleck ini.

Sayangnya, akibat tulisan di poster tersebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan RI mendapat somasi dari beberapa organisasi sekaligus.

Antara lain, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan komunitas peduli kesehatan jiwa, Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA).

BPJS dianggap mengaitkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas mental (PDM), dengan karakter ‘kriminal’ si badut kelam bernama Joker.

Ini isi tulisan poster Joker yang dianggap sensitif:

‘JKN-KIS menanggung perawatan penyakit Orang Dengan Gangguan Jiwa, agar tidak tercipta Joker-joker lainnya’.

Bagi perwakilan SEJIWA, BPJS seharusnya tidak membuat iklan kesehatan dalam bentuk postingan Facebook dan Instagram yang mengundang stigma negatif bagi mereka yang menderita masalah mental seperti om joker.

“Konten iklan tersebut memuat gambar Joker yang notabene adalah ODGJ atau PDM yang bertindak kriminal. Hal ini akan berbahaya jika masyarakat jadi menganggap bahwa semua ODGJ atau PDM ini adalah kriminal. Padahal banyak juga kriminal yang tidak ODGJ maupun PDM,” jelas Anastacia perwakilan dari SEJIWA.

Gara-gara somasi ini postingan yang dimuat 8 Oktober 2019 tersebut langsung dihapus. Pihak BPJS juga sudah meminta maaf atas kontroversi poster bergambar Joker itu.

“Jika maksud dan tujuan kami ternyata menimbulkan tafsir yang berbeda tentu kami harus memperbaikinya. Termasuk meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman atas konten postingan media sosial kami,” ucap Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas.

Anas juga mengatakan, jika postingan ini jadi pengingat untuk menunjukkan keseriusan lembaga BPJS dalam memberi jaminan kesehatan bagi penderita masalah kejiwaan.

“Kami telah menghapus postingan yang dimaksud dan tetap berupaya senantiasa melakukan perbaikan membangun komunikasi publik yang mudah diterima awam dan menjelaskan dengan terang benderang maksud konten itu dibuat dan disebarluaskan,” lanjut Iqbal.

Berkat somasi YLBHI mimin yang kudet ini jadi tau kalo BPJS ternyata turut menanggung biaya penderita mental health, seperti konseling ke psikiater, dokter kejiwaan hingga obat-obatan. Apa ada yang sama dengan mimin baru tahu juga? Hehehe..

Well, semoga masalah YLBHI dkk dengan BPJS bisa diselesaikan dengan baik ya. Dan tidak muncul lagi iklan sensitif lainnya.

 

 

Sumber : detik.com

Advertisements

Posted on October 10, 2019, in Beauty & Health, Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: