Advertisements

Hajatan Diboikot Karena Beda Pilihan Kades!

Suhartini (50) janda yang bekerja sebagai buruh serabutan tersebut harus menahan rasa malu dan sedih akibat hajatan anaknya nyaris gagal digelar.

Warga RT 13 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, ini diboikot.

Suhartini yang akrab dipanggil Tini ini mengaku jika ia sering membantu acara dari warga sekitar. Namun di hajatan anaknya tidak tampak warga yang hadir menolongnya.

Usut punya usut hal tersebut lantaran beda pilihan di pilkades yang berlangsung September lalu di desa setempat.

Sepekan sebelum acara digelar, Tini sempat meminta bantuan ketua RT tapi ditolak, menurut ketua RT kegiatan pembagian kerja bukan dilakukan lagi oleh pihak RT. Tini pun disuruh menemui Karang Taruna.

Bertemu Karang Taruna, lagi-lagi Tini tidak mendapat hasil yang memuaskan, pihak Karang Taruna tidak bersedia membantu, merasa dipermainkan Tini memilih pulang.

Tini lantas mengumpulkan saudaranya untuk meminta pertimbangan. Mengingat ketua RT tidak mau menyelesaikan justru membuat alasan yang terkesan mengada-ada.

Suhartini dan Siti

“Ada undangan kumbakarnan (rapat persiapan pesta pernikahan) banyak masyarakat yang tak datang. Banyak yang bilang di jalan warga diteriakin tidak boleh datang ke rumah,” kata anak pertama Tini, Siti (27).

Menurut Siti ibunya adalah warga yang baik, mengikuti arisan dan selalu bergotong royong.

“Pak RT biasanya bisa menyelesaikan kok ini tidak. Acara klumpukan ulem (undangan) biasanya pakai pengeras suara datang. Tapi kok tidak seperti biasanya,” katanya.

Sementara itu setiap kali ada hajatan pernikahan di kampung tersebut pasti selalu dihadiri ratusan warga. Namun, pada hajatan pernikahan yang digelar di depan rumah Tini tak banyak warga yang hadir ke pesta.

“Hari besoknya ibu ngasih nasi sebagai tanda terima kasih dan silaturahmi karena sama-sama membantu, tapi banyak yang menolak. Ada yang menerima, tapi diambil oknum terus dikembalikan,” tuturnya.

Pernikahan anak Tini justru dibantu warga luar desa, karena warga sekitar banyak yang tak datang. Beruntung, hajatan yang digelar dapat berjalan dengan lancar.

“Mamak saya itu salahnya di mana. Kok mamak saya yang diikut-ikutkan? Mamak saya itu bukan kader dan bukan tim sukses dari calon manapun. Kenapa dikucilkan seperti itu.” Ucap Siti.

Sementara itu Kades Hadiluwih, Iwan Budiyanto mengatakan jika masalah hajatan Suhartini dengan ketua RT setempat telah diselesaikan.

Setelah sepakat berdamai lingkungan RT 13 diharapkan tetap guyub rukun.

“Tidak ada istilahnya boikot-memboikot kaitannya dengan hubungan ke masyarakat utamanya di hajatan.” Ujar Iwan Budiyanto.

 

 

Sumber : kompas.com

Advertisements

Posted on October 18, 2019, in Hot News and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: