Advertisements

Hadiri Pelantikan Jokowi Raja eSwatini, Mswati III yang Kontroversi Karena Pernah Culik Gadis Remaja!

Pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin yang dilaksanakan pada bulan lalu, Minggu (20/10/2019) dihadiri banyak pembesar dunia salah satunya yang cukup kontroversial Raja eSwatini, Mswati III.

Jadi tamu istimewa, Raja Mswati III memimpin eSwatini yang merupakan negara monarki absolut terakhir di Afrika.

Hadir ditemani putri sulungnya, Sikhanyiso Dlamini, Raja Mswati III disembah bak Tuhan.

Setiap titahnya harus dituruti tanpa boleh diganggu gugat oleh warga maupun parlemen negara itu.

Misalnya saja saat Raja ingin mengubah nama negaranya, dari Swaziland menjadi eSwatini hanya gara-gara hal sepele. Hanya karena Swaziland mirip dengan nama negara Switzerland.

“Ketika sedang bepergian ke luar negeri, orang-orang sering mengira kita Switzerland. Saya ingin, negara ini punya nama yang bisa diidentifikasi publik secara luas,” sebut Raja Mswati III pada 2018, seperti dikutip dari Reuters.

 

Poligami Dengan 15 Istri

Berusia sekitar 51 tahun dengan kekuasaan selama 33 tahun Raja Mswati III tercatat punya 15 istri dengan 23 anak. Itu belum terhitung dengan jumlah selirnya ya.

Namun dalam setahun belakangan 2 istri Raja meninggal dunia karena sakit dan bunuh diridilaporkan TheTimes.co.uk.

Walau punya banyak istri ternyata dua istri pertama sang Raja tidak boleh dipilih langsung olehnya.

Dewan khususlah yang bertugas memilihkan perempuan yang pantas mendampingi sang raja.

 

Menculik Gadis Belia

Raja Mswati III menjadi sorotan dunia saat ia dituduh menculik seorang remaja 18 tahun, Zena Mahlangu pada 2002 silam.

Kejadian bermula saat ibu Zena melaporkan anaknya hilang di sekolah. Setelah diselidiki, Zena diculik oleh dua orang suruhan dan dibawa ke Ludzidzini Royal Village istana resmi Raja.

Zena Mahlangu dan Raja eSwatini

Di sana Zena dipersiapkan jadi istri baru Raja Mswati III. Lindiwe Dlamini, ibu Zena tidak terima dan meminta putrinya dikembalikan.

Memiliki saudara kembar konstitusi eSwatini sebenarnya menganggap Zena tidak memenuhi syarat menjadi istri Raja.

Konstitusi eSwatini melarang perempuan cacat dan memiliki kembaran untuk jadi istri raja.

Namun, berkuasa bak Tuhan larangan tersebut pun dilanggar Raja Mswati III.

Dan pada 2010, Zena resmi dinikahi dan dari hasil perkawinannya ia memiliki dua anak.

Tindakan Raja Mswati III sontak memantik kemarahan Amnesti Internasional.

Mereka menuding Raja Mswati telah melanggar hukum HAM dan hak perempuan secara internasional.

 

 

Sumber : Kumparan

Advertisements

Posted on November 6, 2019, in Hot News and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: