‘Undang Mantan di Nikahan’ Ya atau Tragedi?

“Mungkin kisah kita t’lah usai tak demikian cintaku..” (pasti bacanya sambil merem terus dinyanyiin lirih) suara merdu mantan di hari pernikahanku.

Cie, cie, baca begituan aja baper.

Meme : Brillio

Cih, mentalmu lemah nak, contoh mimin dong langsung ambyar, lol.

Nah, gimmick macam begini yang mungkin akan terjadi kalau sobat nekat undang mantan ke nikahan.

Jadi, menurut sobat mengundang ‘masa lalu’ di pernikahan itu, ya atau justru tragedi? Ayo, kita cari tahu!

 

Ya, jika :

Perasaan kamu dan mantan udah biasa aja. Dendam enggak, romantis juga kagak, eneg iya.

Kalian sahabat baik sebelum atau sesudah putus. Pernah satu geng begal atau satu klub pramuka.

Pasangan berteman baik dengan mantan kamu. Uhuk, saling berbagi tips dan trick untuk melumpuhkan hatimu.

Pasangan dan keluarga setuju mengundang mantan. Dengan motif bakal dibully berjamaah, hahaha.. (Cuma becanda loo).

Pasangan tidak merasa curiga karena kalian tidak ada main di belakang, mainnya terang-terangan. Misalnya, main remi mungkin.

Tidak memperlakukan dia secara istimewa di nikahan, kecuali kamu pengen viral.

Kalian pernah menikah dan punya anak sebelumnya. Catatan : Bercerai dengan damai tanpa ada ribut-ribut masalah harta gono-gini. Apalagi ngeributin posisi bercinta, udah lewat.

Si mantan sudah menikah lebih dulu, kamu sempat datang ke pesta pernikahannya. Jadi, pas kamu yang nikah, giliran sobat yang ngundang.

 

Tragedi, jika :

Mantan masih punya rasa dan pengen nikung.

Kamu masih ngarep ke mantan. Terus kenapa nikah?

Cuma buat pamer dan bikin dia cemburu buta.

Orang tua sobat benci si mantan, karena mukanya ngeselin dan pernah malingin jemuran di rumah.

Pasangan merasa tidak nyaman dan canggung jika bertemu.

Waktu putus masalah masih belum beres. Kamu belum balikin utang yang kemarin.

Khawatir mantan bikin gaduh. Misalnya, makan paling banyak di resepsi cuma ngasih amplop kosong atau yang paling ekstrem, video mantap-mantap kalian disebar dengan senyuman jahat. Ini sih tragis banget, sob. Big No!

Pasangan masih merasa mantan adalah saingan utama. Biasanya kejadian begini terjadi ke couple yang pacarannya udah belasan tahun, tapi putus cuma gara-gara beda pilihan pilpres.

Pasangan jadi insecure, mendingan manicure deh, sumpah.

Respon mantan sebel ama pernikahanmu. Kalau sudah begini jangan dipaksa ya. Kasian anak orang dibuat patah hati berkali-kali.

Pesta sederhana, dana terbatas, tamu pun ikut dibatasi.

Jeda waktu putus cuma sebentar. Dua hari putus besoknya antar undangan, ini sih langsat (plesetan ajah).

Sayangi dirimu, sayangi jantungmu dengan tidak mengorek luka lama.

 

Pantun dulu..

Bolu, Bolu
Pisang, Pisang
Dulu, Dulu
Sekarang, Sekarang, Asekk..

Nah, kalau sobat tertarik mengundang mantan, sebaiknya bicarakan dulu baik-baik dengan pasangan dan keluarga ya. Jangan sampai acara pernikahan justru tak berjalan sesuai rencana hanya karena kehadiran sang mantan.

 

 

Sumber : detik.com, popbela.com, tempo.co

Posted on February 25, 2020, in Hot News, Relationship, tips and trick and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: