Blog Archives

Didenda 1 Miliar, Fidelis Mengaku Kecewa

Hasil keputusan Majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat telah keluar, Fidelis Arie Sudewarto (36), terdakwa kasus kepemilikan 39 batang ganja dijatuhi hukuman 8 bulan kurungan dan denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider 1 bulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai Achmad Irfir Rohman dengan anggota John Sea Desa dan Maulana Abdulah menilai Fidelis terbukti bersalah karena telah menggunakan ganja untuk mengobati istrinya, Yeni Riawati.

Fidelis akhirnya dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 111 dan 116 UU nomor 35 tentang Narkotika.

Vonis ini tentu lebih berat dari tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa, menuntut Fidelis lima bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan.

Lalu bagaimana tanggapan Fidelis atas kasus yang membelitnya ini? Ia mengaku kecewa dengan hasil putusan majelis hakim yang berlangsung di PN Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (2/8/2017).

Read the rest of this entry

Surat Cinta Fidelis Yang Menyentuh Setiap Hati!

Fidelis Arie Sudewarto, telah mengajarkan kita apa arti dari cinta yang sesungguhnya. Bak film romantis, Fidelis rutin merawat sang istri dengan minyak ganja yang ia buat sendiri. Di lahan rumahnya yang sederhana, Fidelis menanam 39 batang pohon ganja demi kesembuhan sang istri tercinta, Yeni Riawati.

Namun akhirnya, ia tertangkap pada 19 Februari lalu, dianggap bersalah karena kedapatan menanam tumbuhan cannabis sativa (ganja). Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menggiringnya ke kepolisian. Fidelis tidak menjual ganja tersebut, ia hanya menggunakan ganja itu demi kesembuhan penyakit sang istri yang telah diderita sejak 2013 silam.

Semua bermula saat istri Fidelis mengandung anak kedua, di tahun 2013. Kaki kanannya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Walau penyakitnya datang dan pergi. 3 tahun kemudian, tepatnya di Januari 2016, kesehatan Yeni semakin menurun. Dokter kemudian mendiagnosis Yeni menderita syringomyelia. Penyakit itu menyerang tulang belakang karena ada kista yang tumbuh di sana. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan operasi. Namun kondisi Yeni dianggap terlalu lemah untuk dioperasi.

Fidelis, yang seorang pegawai negeri sipil di Pemda Kab. Sanggau, tidak ingin menyerah dengan keadaan. Ia terus melakukan riset secara online seorang diri dan menemukan fakta, jika penyakit istrinya dapat sembuh dengan memberikan minyak yang mengandung ekstrak ganja. Dia langsung mengontak berbagai pihak di luar negeri dan melakukan percobaan untuk membuat sendiri minyak ekstrak ganja itu.

Seorang diri merawat istrinya, perawatan ekstrak ganja itu membuahkan hasil. Hari demi hari keadaan Yeni semakin membaik. Tapi usahanya menyembuhkan istri tercinta berakhir saat petugas BNN menangkapnya, mereka juga memindahkan istri Fidelis ke rumah sakit. Tiga puluh dua hari kemudian, istri yang sangat dicintainya itu meninggal dunia.

Hukum negara tak ingin kompromi pada kasus Fidelis. Ketua BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso menyebut tidak ada ampun untuk Fidelis., Budi menyatakan jika kasus Fidelis jangan sampai dijadikan pembenaran legalisasi ganja di Indonesia.

“Penyembuhan itu kan harus melalui medis. Kata siapa itu menyembuhkan. Itu kan katanya. Penelitian secara medisnya kan belum ya. Itu jangan alat pembenaran sehingga ada keinginan beberapa kelompok masyarakat atau LSM agar ganja dibebaskan Salah satunya caranya itu seolah untuk pengobatan. Buktinya apa?” ungkapnya.

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: