Advertisements

Berikut Pengakuan Marilou Danley, Kekasih Pelaku Penembakan Berdarah di Las Vegas!

Marilou Danley, yang ada di Filipina saat kejadian penembakan di Mandala Bay, Las Vegas tersebut sudah balik ke Amerika Serikat.

Fyi, Marilou ini adalah pacar dari pria bernama Stephen Paddock, pelaku penembakan berdarah Las Vegas.

Setelah terbang dari Manila, Filipina, dan tiba di Bandara Internasional Los Angeles, pada Selasa malam, Marilou langsung berurusan dengan polisi, guna dimintai keterangan.

Begini pengakuan Marilou yang mimin kutip dari Kompas!

“Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun bahwa dia merencanakan pembantaian ini.”

“Saya mengenal Stephen Paddock sebagai orang yang baik hati, perhatian, dan pendiam,” katanya.

Pernyataan tertulis Danley dibacakan oleh pengacaranya di luar markas besar Biro Penyelidikan Federal (FBI) di Los Angeles.

“Saya mencintainya dan berharap untuk masa depan yang tenang bersama dengannya.”

“Dia tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya, atau mengambil tindakan yang saya sadari tentang sesuatu perbuatan yang mengerikan seperti ini.”

Danley sudah dua minggu ada di Filipina bersama keluarganya. Saat tragedi itu terjadi pada Minggu malam.

Semua berawal saat Paddock berhasil mendapat tiket murah untuk Danley ke Filipina.

“Ia (Paddock) ingin saya pulang ke rumah untuk menemui keluarga saya,” ujar Danley.

Tak berapa lama Danley ada di Filipina, Paddock lalu mengirim uang untuk Danley dan keluarganya, uang sebesar $100.000 yang dikirim Paddock kemudian dibelikan rumah.

“Saya bersyukur, tapi sejujurnya, saya khawatir.”

“Pertama tentang perjalanan mendadak saya pulang ke Filipina. Lalu, pengiriman uang itu. Saya rasa itu adalah cara dia untuk putus dari saya,” ujarnya.

“Tapi, dia tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya atau melakukan tindakan yang saya sadari sebagai peringatan bahwa sesuatu yang mengerikan seperti ini akan terjadi.” Ujar Marilou Danley yang kini berusia 62 tahun.

Sosok kekasih Paddock jadi perhatian publik setelah dicari pihak otoritas keamanan, usai penyerangan berdarah terjadi.

Menurut Wakil Direktur FBI Andrew McCabe, saat ini penyidik sedang berjuang untuk “masuk ke dalam pikiran” Paddock.

Dengan mengungkap latar belakang di balik keputusannya hingga mampu melakukan pembantaian, yang menewaskan lebih dari 50 orang.

Ini jadi tugas yang berat bagi penyidik AS, untuk mengetahui motif sesungguhnya dari Paddock.

Penyidik sibuk merekonstruksi kehidupan Paddock, mulai dari perilaku, termasuk orang-orang yang dijumpainya sebelum kejadian penembakan berlangsung! Komputer hingga ponsel Paddock pun turut ditelusuri.

Walau sudah melakukan berbagai investigasi! Hingga kemarin, penyidik masih belum mampu menjelaskan hal apa yang mendorong Paddock melakukan aksi keji tersebut.

 

 

Advertisements

Posted on October 5, 2017, in Hot News and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: